Claudio Ranieri Bantah Keras Tudingan Balas Dendam Terhadap Chelsea

Pelatih yang saat ini menjadi buah bibir publik Inggris karena sukses membawa timnya bertengger dipuncak klasemen sementara Premier League musim ini, Claudio Ranieri baru saja mengeluarkan komentar perihal tudingan yang menyangkut namanya.

Baru ini dikabarkan Ranieri telah membantah tudingan yang menyebut kesuksesan dia bersama Leicester City musim ini tidak bisa dilepaskan dengan balas dendam dirinya terhadap mantan klubnya terdahulu, Chelsea.

Disebutkan jika kabar ini mulai muncul perihal pengakuan yang keluar dari mulut mantan pemain bertahan The Blues, Marcel Desailly. Telah banyak orang tahu, jika Ranieri adalah pelatih yang pernah dipecat Chelsea oleh Roman Abramovich pada tahun 2004 lalu. Dipecatnya Ranieri dari kursi pelatih, dikarenakan sang pelatih hanya sanggup membawa Chelsea finish sebagai runner-up dibawah Arsenal yang keluar sebagai juara Liga Primer pada tahun tersebut.

“Apa yang diucapkan oleh Desailly itu adalah tidak benar. Saya ingin menang karena saya diharuskan meraih kemenangan, bukan karena saya ingin balas dendam dengan alasan yang tidak jelas dan membikin kabar yang jelas-jelas tidak ada bukti,” kata bantahan yang keluar dari mulut Ranieri usai jumpa pers jelang pertandingan melawan Crystal Palace.

“Selama saya menjalani hidup ini, tidak pernah sedikitpun saya memiliki rasa dendam dengan seseorang. Saya hanya sosok pria yang sedang beruntung. Pada dasarnya saya hanya melakukan pekerjaan yang saya inginkan dan tidak mungkin banyak orang bisa seperti saya sekarang ini,”.

“Ini bukan partai balas dendam ataupu dendam dengan seseorang. Balas dendam tidak mencerminkan sikap yang baik dan jelas itu adalah kebodohan. Anda bisa saja membahas tentang balas dendam sebagai pertandingan sepakbola, akan tetapi ini bukanlah balas dendam yang anda maksudkan,” tutup Ranieri.

Premier League Inggris yang tinggal menyisahkan delapan pertandingan lagi, telah membuat optimis Leicester City untuk bisa meraih gelar tertinggi mereka di Inggris. Sampai sejauh ini Jamie Vardy dan kawan-kawan masih bertahan dipuncak klesemen sementara dengan raihan 63 poin masih unggul lima angka dari Tottenham Hotspur yang berada tepat dibawah mereka.