De Boer Tak Terima Inter Kalah Dari Beer-Sheva

Frank De Boer mengaku sangat kecewa dengan penampilan anak asuh nya usai kalah 0-2 dari Hapoel Beer-Sheva di laga perdana Liga Europa 2016/17. Kekalahan ini semakin memperkeruh suasana ruang ganti karena Inter kalah didepan publik nya sendiri.

Sejatinya kubu Inter Milan diprediksi akan menang mudah dari Beer-Sheva di Giuseppe Meazza, namun semua ini bagaikan angin topas yang menghamtam Inter Milan. Diluar dugaan tim tamu tampil lebih baik dari tim tuan rumah, alhasil mereka harus menanggung akibat nya karena kalah dengan rasa malu.

Hapoel Beer-Sheva sendiri sukses menciptakan dua gol dari kaki Miguel Vitor pada menit ke-54 dan Maor Bar Buzaglo pada menit ke-69. Sedangkan Inter Milan hanya bisa terpana melihat semangat dari tim tamu sepanjang laga dan Inter terkesan tidak bisa mengembangkan permainan nya pada babak kedua.

“Kami harus segera mencari apa yang terjadi dan cepat-cepat memperbaiki ini. Kami sangat malu terhadap fans yang rela datang ke stadion, kerena kami tidak bisa memberikan kemenangan. Jelas ini pukulan berat bagi kami dan khusus nya bagi saya pribadi,” ungkap De Boer kepada media Italia.

“Kami terlalu mudah kehilangan bola dan itu terjadi secara berulang. Kami terlihat sangat ceroboh. Sama saat seperti di Pescara, kami kehilangan kepala kami setelah tertinggal. Kami mulai bermain baik di 20 menit akhir dan keyakinan membuat kami bangkit,”

“Saya tidak habis pikir mengapa kami kehilangan kepala kami ketika kami tertinggal satu gol dan waktu masih memberikan kami untuk segera bangkit. Seharusnya kami bisa mengendalikan itu dan terus bekerja agar bisa mendapatkan yang terbaik,”

“Saya marah dan itu wajar. Karena kami memiliki beberapa peluang bagus untuk dijadikan gol. Maka inilah yang terjadi, didalam sepakbola tidak ada yang bisa menyangka. Kami akan segera memperbaikinya.” tutupnya.

Kini Inter Milan bersiap menghadapi laga super big match kontra juara bertahan Serie A Italia, Juventus. Pertandingan tersebut akan digelar pada 18 September 2016 dan pertandingan itu sendiri menjadi pertaruhan De Boer jika ingin terus bertahan di Giuseppe Meazza.