Ditanya Soal Penarikan Darmian, Ini Jawaban Mou?

Manchester United gagal mewujudkan target nya usai hanya bermain imbang bermain imbang 1-1 melawan Liverpool. Terkait hasil ini, Jose Mourinho selaku dari orang yang paling bertanggung jawab atas hasil Setan Merah mendapat sebuah pertanyaan besar terkait penarikan Matteo Darmian di babak kedua.

Pertandingan panas penuh gengsi diakhir pekan itu telah membuat kedua pendukung tidak bisa mengedipkan mata dan pertandingan itu semakin panas usai Manchester United tertinggal 0-1 lebih dulu akibat handsball Pual Pogba di kotak terlarang dan James Milner yang bertindak sebagai algojo tidak menyia-nyiakan peluang tersebut.

Skor 0-1 itu bertahan hingga turun minum, memasuki babak kedua. Manchester United langsung mengambil tindakan cepat dengan memasukan beberapa pemain lain untuk menggantikan yang lemah dan hasil nya cukup meyakinkan. Dimana Setan Merah hampir menguasai penguasaan bola sepertiga garis lapangan. Namun gol tak kunjung datang, lantas datang sebuah pemikiran cepat dari Mourinho.

Dimana menit ke-76, bek Italia, Darmian, ditarik keluar untuk memberi tempat pada Marouane Fellaini. Henrikh Mkhitaryan lantas diminta bermain sebagai bek kiri dan membuat pemain lain bisa menekan lawan di sepertiga lapangan.

Hasil terbukti, nama Zlatan Ibrahimovic sekali lagi muncul sebagai dewa penyelamat Manchester United dengan satu gol nya di menit-menit akhir babak penutup. Dan ditanya mengenai keputusannya itu, Mourinho lantas mengatakan kepad media dengan berkata: “Apakah anda ingin membelinya? Apakah anda agennya? Apakah anda bekerja untuk federasi Italia?”

“Ketika anda punya Antonio Valencia bermain sebagai sayap kanan, anda tidak bisa bertahan dengan dua pemain, anda butuh pemain ketiga untuk menutup ruang yang ada dan menjaga keseimbangan dan Darmian melakukan itu dengan benar,”

“Namun ketika kalah, anda menarik Darmian dan memainkan Mkhitaryan di kiri, menutup ruang dan Valencia di sayap kanan, juga menutupi ruang dan anda mengambil resiko. Namun saya tahu saat itu kami kalah. Saya melihat terlalu banyak orang berseragam kuning di depan saya dan saya berpikir saya harus mencoba sesuatu.” tutupnya.