Empat Pemain West Brom Nyaris Masuk Penjara karena Terbukti Mencuri Taksi

Pencuri Taksi Hotel

Sepakbola Inggris baru saja dihebohkan dengan kabar yang menyebut empat punggawa West Brom terancam masuk penjara karena dianggap melakukan tindak pidana. Dalam keterangan Polisi setempat, empat pemain andalan West Brom tersebut dituding melakukan pencurian taksi pada hari Sabtu, 17 Februari 2018.

Empat pemain tersebut diketahui bernama Jonny Evans, Gareth Barry, Jake Livermore dan Boaz Myhill. Sebagai informasi tambahan bahwa dalam beberapa hari kemarin, West Brom tengah berada di Barcelona untuk melakukan pemusatan latihan.

Selama disana, mereka menginap disebut hotel bintang lima bernama The One Boutique Hotel. Kabar menjelaskan lebih dalam jika empat pemain tersebut ingin keluar hotel untuk mencari restoran tepat pada pukul 05:30 pagi wakti Spanyol.

Tujuan tersebut harus dilalui oleh mereka dengan menggunakan taksi, namun sayang pada jam tersebut tak ada satu pun taksi yang bekerja. Selang beberapa lama, mereka menemukan sebuah taksi kosong. Tanpa berpikir panjang, mereka langsung mengendarainya berkeliling kota untuk menuju restoran cepat saji.

Pada dasarnya mereka sudah mengembalikan taksi tersebut ditempat semestinya. Hanya saja, pihak Hotel merasa dipermainkan karena semua pihak panik. Adapun pihak Polisi sudah terlanjur dipanggil untuk mengusut taksi yang hilang.

Baca Juga :  Artis Bokep Terpanas 2018 Versi Eropa

Tersangka kasus ini pun sudah tertangkap dan langsung digiring ke markas Polisi setempat. Beruntung bagi mereka karena hanya dimintai keterangan saja, namun tetap saja semua ini sudah terlanjur heboh dan mencoreng nama baik West Brom.

Pihak klub dan pemain sendiri lantas memberikan keterangan permintaan maaf dan melakukan aksi ini karena terpaksa dan tidak menjerumus pada tindak pidana.

“Pada kesempatan ini kami ingin meminta maaf kepada rekan-rekan, manajer, klub, terutama suporter, terkait insiden negatif itu. Kami sebagai pemain yang terlibat pada insiden di Spanyol, merasa harus membuat pernyataan ini atas respek kepada rekan-rekan yang tak terlibat apapun,” cetus pihak klub.

“Secara jujur kami mengakui salah dan meminta maaf atas pelanggaran jam malam yang terjadi. Dan akan menerima hukuman atas pelanggaran profesionalisme. Kami akan bekerja sama atas penyelidikan yang ada. Kami juga ingin memastikan bahwa kejadian ini sama sekali tak ada hubungannya dengan hasrat menetralkan kondisi tim yang sedang sulit.” lanjut empat pemain tersebut.