Guardiola Sebut Conte Sebagai Ancaman Besar Di Premier League

Josep Guardiola mengakui apa yang ada dalam diri Antonio Conte. Bersama Chelsea, Guardiola menjelaskan jika sosok nya terlahir sebagai ancaman terbesarnya di Premier League, meski di kompetisi yang sama juga hadir manajer top seperti Jose Mourinho, Arsene Wenger dan Jurgen Klopp.

Premier League Inggris musim ini dinilai oleh Guardiola sebagai kompetisi terpanas, dengan hadir nya pelatih-pelatih hebat dunia. Maka akan terlahir juara baru dari enam klub bahkan lebih di akhir musim nanti.

Terlepas dari itu semua, Guardiola diklaim menjadi salah satu pengagum Antonio Conte. Lebih lanjut, Guardiola menyukai gaya taktik bermain Conte ketika menjadi pelatih Juventus. Guardiola juga mengklaim Conte sekarang ini sudah berkembang lebih jauh dan telah memiliki filosofi sepakbola yang sudah bisa diakui oleh dunia.

Rangkuman itu pun telah diperjelas oleh seorang jurnalis dari Jerman, Peranau. Dimana sang jurnalis teringat ketika melakukan wawancara dengan Guardiola dan di kesempatannya, Guardiola menjelaskan beberapa sosok pemain bahkan pelatih yang akan menjadi bintang di masa depan.

“Saya teringat dengan sesi wawancara dengan Guardiola di musim 2015 lalu. Dia menyebutkan sosok pelatih hebat dan calon perkembang lebih jauh lagi, tanpa lama dan ragu, Guardiola menyebut Tuchel dan Conte. Ia melihat banyak aspek dirinya dalam Conte, passion dan etos kerjanya, intensitas, determinasi,” ungkap Paranau kepada media.

“Tidak berhenti sampai disitu, Guardiola juga tidak ragu untuk menyebut Chelsea sebagai calon kuat juara Premier League musim ini,”

“Chelsea memiliki pelatih hebat, dengan komposisi pemain hebat dan keuntungan tidak berkompetisi di pentas Eropa. Jadi nilai tambah mereka untuk bisa lebih fokus berlatih dan mempersiapkan diri,”

Guardiola juga menambahkan jika sosok Conte terlahir sebagai salah satu ancaman terbesarnya di pentas Premier League Inggris.

“Guardiola menyebutkan Sepakbola selalu berubah dan kita harus beradaptasi dengan itu. Lihat Conte dan Italia. Mereka menggunakan posisi dalam strateginya, bayangkan itu! Saya mengagumi Conte karena itu. Semua orang masih ingin menggunakan tiki-taka, namun menurut saya istilah itu tak lebih dari sekedar klise.” tutupnya.