Imam Nahrawi: “FIFA Baru Sampai Tahap Menghormati Usaha Indonesia”

Beberapa waktu yang lalu Kemenpora telah melayangkan surat resmi kepada FIFA dan pada 11 Maret lalu FIFA membalas surat tersebut. Hal ini langsung disambut baik dari Menpora Imam Nahrawi yang menganggap bahwa mereka sepaham dengan keinginan pemerintah untuk merubah sepakbola Indonesia.

Diketahui jika isi dari surat FIFA yang ditunjukkan kepada Kemenpora, berikut tembusan ke AFC serta PSSI. Dimana pihak FIFA meminta lebih jelas lagi perihal masalah yang dihadapi oleh sepakbola Tanah Air dan jalan keluar apa yang sudah dibuat oleh pemerintah Indonesia sebelum mengirimkan delegasi ke markas FIFA.

Imam pun menambahkan jika mereka tengah mempersiapkan langkah-langkah apa saja yang akan dikirimkan kepada FIFA sebagai bentuk perubahan yang akan dilakukan oleh sepakbola Indonesia dimasa depan dan akan mempersiapkan tim kecil yang akan dikirimkan ke Swiss markas besar FIFA. Ini semua sebagai bentuk perintah yang diturunkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo beberapa hari yang lalu. Agar segera tim kecil tersebut menemui langsung presiden FIFA, Gianni Infantino.

“Dengan surat resmi balasan yang dikirim oleh FIFA kemarin, saya merasa sangat senang dan benar adanya jika FIFA menghormati apa yang sedang dikerjakan oleh pemerintah Indonesia untuk bisa merubah Indonesia,” ungkap Imam kepada media.

“Kami sedang mempersiapkan langkah-langkah dalam menyusun poin utama yang akan dikirim kembali ke FIFA, sebelum akhirnya tim kecil yang dibentuk oleh kami akan diterbangkan ke Swiss untuk bertemu langsung dengan presiden FIFA.” tutup Imam.

Sebagai rakyat pencinta sepakbola Indonesia, tentunya mereka sangat mengharapkan liga tertinggi Indonesia bisa kembali digelar. Terbukti berbagai turnamen yang sudah diselenggarakan seperti Piala Jenderal Sudirman, Piala Presiden, Piala Gubernur Kaltim dan masih banyak lagi, telah mampu menarik jutaan pasang mata manusia yang ada di negara ini. Kerinduan dan kecintaan publik Indonesia atas kemajuan sepakbola tanah air tidak bisa dibandingkan dengan apapun.