Italia : Selamat Datang Kembali Balotelli

Balotelli Piala Dunia 2018

Italia bergemuruh usai mendengar sebuah keputusan berani atas nama pelatih interim mereka, Luigi Di Biagio yang menyatakan siap memanggil kembali sosok Mario Balotelli untuk memperkuat Gli Azzurri pada jeda internasional bulan Maret 2018.

Balotelli bukanlah sosok yang baru bagi Italia, dirinya sudah pernah membuktikan sebagai salah satu penyerang tertajam Italia. Bahkan Balotelli menjelma sebagai sosok yang menakutkan pertahanan lawan dalam ajang Euro 2012 silam.

Namun pargelaran Internasional Euro kemarin bisa dibilang menjadi yang terakhir bagi Balotelli, dimana sosoknya sudah tidak mendapat tempat dalam skuat Italia. Performa angin-anginan dan ditambah perilaku indisipliner membuat Antonio Conte dan Giampiero Ventura tidak menggunakan jasanya selama empat tahun terakhir.

Dan musim 2018 ini bisa dikatakan musim bagus bagi Balotelli, berdasarkan pemberitaan media-media Inggris menyebut bahwa Balotelli akan segera mendapatkan kesempatan kedua di Gli Azzurri.

Baca JugaCita Citata Tetap Pilih Messi Meski Ronaldo Ganteng

Kesempatan ini tak lepas dari sosok pelatih interim Italia, Gigi Di Biagio dikabarkan siap untuk menguji kembali kemampuan striker 27 tahun tersebut. Keputusan pemanggilan kembali Balotelli bisa dikatakan cukup masuk akal, pasalnya Balotelli tampil apik bersama Nice musim ini.

Sepanjang musimnya di Ligue 1 Prancis, Balotelli sudah mengumpulkan 22 gol di total 30 pertandingan bagi Nice di semua kompetisi. Catatan bagus ini lantas menarik perhatian Di Biagio. Untuk itu dia ingin melihat lebih dekat permainan mantan pemain Manchester City dan Liverpool itu pada laga uji coba melawan Argentina dan Inggris mendatang.

Dilain sisi, Balotelli memang selalu mengharapkan bisa kembali mendapatkan tempat di skuat Italia. Meski menjadi cadangan, Balotelli tempat senang karena Italia selalu ada dihatinya. Sikap Balotelli menjadi sebuah contoh yang patut ditiru dan juga memberikan respek kepada Balotelli yang merasa sedih lantaran Italia gagal menuju Piala Dunia 2018 Rusia.