Jelang Piala Dunia 2018, Via Vallen Dilema antara Messi atau Ronaldo?

Jelang Piala Dunia 2018, Via Vallen Dilema antara Messi atau Ronaldo?

Penyanyi dangdut papan atas Indonesia, Via Vallen memang memiliki kegemaran yang diluar kebiasaan sifat wanita pada umumnya. Diketahui penyanyi seksi ini gemar akan olahraga laki-laki macam sepakbola. Dan sudah beberapa kali Via Vallen memamerkan klub kegemarannya dari Inggris, Manchester United.

Kini Via Vallen mencoba berbagi Prediksi Piala Dunia 2018 Rusia yang akan datang. Dalam prediksi ini, pertanyaan datang perihal negara dukungan Via Vallen selain Manchester United yang bermain dilevel klub Premier League Inggris.

Dan tak terlalu mengejutkan bahwa Via Vallen mendukung Portugal di Piala Dunia 2018. Hal ini jelas tak lepas dari sosok Cristiano Ronaldo yang sempat membela Manchester United tersebut.

Baca Juga : Via Vallen Goda De Gea Agar Mau Bertahan di MU

Dengan kata lain, Via Vallen lebih senang mendukung timnya Ronaldo ketimbang Lionel Messi yang notabennya lebih berkesempatan lebih besar menjadi juara Piala Dunia Rusia musim ini.

Meski sudah tidak lagi berseragam Manchester United, namun Via Vallen tetap mengidolakan Ronaldo karena masih memiliki rekam jejak bersama Setan Merah dan Messi sendiri tak terlalu disukai oleh Via Vallen.

“Jagoin Portugal karena ada Ronaldo. Sebenernya suka Ronaldo dulu itu juga gara-gara aku suka Manchester United.” cetus Via Vallen.

Via Vallen yang terkenal dari goyangan hotnya ini mengaku sangat tidak sabar menyaksikan pertandingan demi pertandingan Piala Dunia 2018 Rusia bulan Juni hingga Juli mendatang. Bahkan satu waktu, Via Vallen sudah memiliki janji untuk melakukan nonton bareng ketika Portugal bermain.

Tak berhenti sampai disitu saja, ternyata Via Vallen suka juga dengan taruhan perihal tim yang menang. Namun taruhan Via Vallen bukan bentuk uang, namun hal ini lebih kepada yang kalah membayarkan makanan yang sudah dipesan.

“Paling khasnya Via kalau taruhan traktir makan. Kalau siapa yang menang itu yang ditraktir dan ini sudah terjadi beberapa kali. Kebanyakan Via selalu kalah.” Via Vallen mengakhiri.