Lechia Gdansk Terbukti Melakukan Pelanggaran FIFA Soal Transfer Egy Maulana

Lechia Gdansk Terbukti Melakukan Pelanggaran FIFA Soal Transfer Egy Maulana

Egy Maulana Vikri resmi hijrah sebagai pemain Asia Tenggara Pertama yang bermain untuk Lechia Gdansk. Peresmian itu terjadi pada hari Minggu, 11 Maret 2018 waktu setempat dengan menghadirkan catatan bahwa Egy akan menerima kontrak berdurasi tiga musim ke depan.

Menariknya disini ketika proses transfer Egy memunculkan banyak pertanyaan, salah satu yang panas adalah kesalahan yang dilakukan oleh Gdansk sebagaimana Egy saat ini masih berusia 17 tahun. Dan peraturan FIFA menjelaskan jika pemain yang belum genap berusia 18 tahun belum bisa mendapatkan kontrak permanen.

Sejatinya sosok Egy sendiri lahir pada tanggal 7 Juli 2000. Bisa diartikan bahwa Egy baru akan genap berusia 18 tahun beberapa bulan lagi. Namun, pihak Lechia Gdansk sudah memperkenalkan Egy sebagai pemain permanen.

Berdasarkan pernyataan sumber dari Indosport menjelaskan bahwa dalam “peraturan FIFA menyatakan transfer pemain internasional hanya diperbolehkan untuk pemain usia di atas 18 tahun”.

“Peraturan itu ada dalam 19 tersebut tak berlaku apabila orang tua pemain ikut pindah di negara pemain bersangkutan berkarier namun bukan dengan alasan urusan sepakbola”.

“Yang kedua, transfer pemain internasional antara usia 16-18 diperbolehkan apabila terjadi di wilayah Uni Eropa (EU) atau Area Ekonomi Eropa (EEA). Yang terakhir, tempat tinggal pemain dengan markas klub tidak lebih dari 100 kilometer”.

Baca Juga : Karena Banyak Mesjid Jadi Alasan Egy Gabung Lechia

Merujuk pada peraturan tersebut, jelas terbukti bahwa Gdansk melanggar peraturan FIFA jika telah memberikan kontrak resmi pada Egy. Dan untuk bisa terhindar dari pelanggaran tersebut, Gdansk menyampaikan dalam keterangan yang diterbitkan bahwa kontrak Egy baru efektif pada 8 Juli 2018, sehari setelah ulang tahunnya yang ke-18.

Dan barulah setelah itu terjadi, Egy akan benar-benar resmi menjadi punggawa Gdansk dengan menerima kontrak berdurasi tiga tahun. Sebagai tambahan jika Egy akan bermain sampai akhir musim.

Tak berhenti sampai disitu saja, nomor punggung 10 yang diperkenalkan kemarin belum tentu juga menjadi nomor punggung Egy bersama Gdansk. Pasalnya nomor punggung tersebut masih milik pemain kawakan Gdansk, Sebastian Mila.

Dan bila Egy sudah diturunkan sebagai pemain Gdansk, maka mereka akan siap menerima hukuman yang akan diberikan oleh FIFA. Namun yang menjadi masalah serius disini adalah bagaimana sikap Gdansk yang sudah memperkenalkan pemain pada publik ketika status pemain masih belum bisa tergabung dengan tim.

Dengan kata lain, sikap itulah yang dipercaya akan membuat FIFA menjatuhi hukuman pada Gdansk jika terbukti bersalah.