Parma Tatap Serie A Dengan Karya Melegenda

Tim Debutan Serie A 2018-2019

Seria A 2018-2019 akan menjadi wajah baru bagi pecinta sepakbola, tak hanya menghadirkan banyak pemain baru dengan status bintang, namun Liga terbaik Italia ini juga akan memberikan satu kejutan besar melalui tampilan jersey.

Nera come le ceneri da cui siamo rinati. Black like the ashes from which we rose again”¬†yang memiliki arti Hitam seperti abu dari mana kita dilahirkan kembali, adalah sebuah kalimat yang memperkenalkan jersey baru Parma yang siap tempur di musim 2018/19, bisa diartikan lebih sempit bahwa mereka adalah tim yang bangkit dari kematian.

Simbol Burung Phoenix

Jersey Terbaru Tim Serie A 2018-2019

Cerita melegenda bernama Phoenix adalah sebuah cerita yang memilik alur Phoenix yang bisa hidup selama 500 hingga 1461 tahun. Ketika hidupnya sudah mencapai kata cukup, maka Phoenix akan membakar dirinya sendiri. Menariknya, setelah proses pembakaran diri selesai, maka akan muncul sosok burung phoenix muda.

Bisa diartikan bahwa proses itu adalah sebuah proses bereinkarnasi, bangkit kembali setelah mati, lalu muncul sebagai sosok yang baru. Dalam artian luas Phoenix adalah sebuah keabadian, lambang dari siklus kehidupan setelah mati, dan simbol dari kebangkitan tubuh setelah mati.

Jika merujuk pada status Parma sebagai klub sepakbola, maka kisah besar Italia ini menjabarkan bagaimana situasi Parma yang pernah diperkuat oleh berbagai pemain bintang macam Gianluigi Buffon, Fabio Cannavaro, Lilian Thuram, Juan Sebastian Veron, Hernan Crespo dan Enrico Chiesa.

Dengan simbol kebesaran Phoenix, maka Parma memutuskan untuk memakainya di jersey baru mereka. Keputusan ini pun mendapat sambutan luar biasa dari para tifosi Parma yang sangat antusias menyambut jersey yang pantas dijuluki ‘Black Phoenix’ atau ‘Phoenix Hitam’.

Jersey ini mencerminkan sebuah tradisi dan keberanian. Sebuah jersey yang pantas untuk Parma dengan segala sejarahnya hingga kembali ke pentas Liga tertinggi Italia tersebut.

Detail Phoenix Hitam

Jersey Baru Parma

Jersey ini memiliki dominan warna hitam dan abu-abu gelap. Biru dan kuning yang merupakan warna kebesaran Parma disisipkan di tengah, membentuk simbol mereka. Menarik untuk melihat bagian belakang, dimana emblem klub dicetak dengan warna monokrom.

Di bawah kerah, tercatat Parma Calcio 1913 yang juga berwarna monokrom. Sosok seekor burung Phoenix pun menjadi kekuatan tambahan mereka, dan semakin membuat jersey terlihat elegan.

Cobaan Menyambut Serie A

Prediksi Langkah Parma di Serie A

Kembalinya Parma ke Serie A nyaris memberikan cerita tragis, dimana pesan WhatsApp dari salah satu pemain mereka, Emanuele Calaio mengirim pesan ke Calaio yang merupakan pemain dari Spezia, lawan Parma di laga pemungkas Serie B musim 2017/18. Pesan ini memunculkan indikasi ada sebuah penekanan kepada tim lawan agar timnya meraih kemenangan yang dibutuhkan untuk mengunci promosi ke Serie A.

Atas kejadian itu, Parma nyaris mendapat pengurangan poin, yang akan membuat mereka berada di bawah Palermo di klasemen akhir Serie B 2017/18. Secara otomatis, pengurangan itu akan berdampak pada posisi akhir klasemen Parma, dan bisa diartikan mereka akan gagal ke Serie A.

Momen yang nyaris terjadi itu pun bisa dihilangkan dengan sebuah pembelaan yang dilakukan oleh Parma. Pengadilan akhirnya mengeluarkan putusan, dengan Parma harus memulai dengan minus lima poin. Sementara itu, Calaio didenda 20 ribu euro dan diskors selama dua tahun.

Cobaan demi cobaan yang dihadapi Parma akhirnya berakhir dengan mencapai target. Satu sosok yang berperan penting adalah Alessandro Lucarelli. Pemain ini merupakan kapten Parma saat mereka jatuh ke titik terendah. Didasari loyalitas, dia tetap bertahan.

Legenda Parma

Dengan tekad dan mimpi besar, Lucarelli berjanji akan membawa Parma kembali ke Serie A. Dan mimpi itu pun terwujud menjadi kenyataan, dengan dirinya masih aktif sebagai pemain.

“Janji saya pernah ucapkan disini, saya akan membawa kembali Parma ke Serie A. Saya sudah menepatinya,” cetus Lucarelli kepada media dalam persiapan Parma menyambut Serie A.

Semua perjuangan yang telah diperlihatkan, akhirnya Lucarelli memutuskan untuk gantung sepatu pada usia ke- 41, dan bisa dikatakan sudah tenang karena berhasil menepati janjinya membawa Parma kembali ke Serie A.

“Saya sudah memikirkan tentang hari ini sejak lama. Saya sudah merangkul Parma sepuluh tahun lamanya, memberikan semua yang saya miliki, bahkan mungkin lebih. Kini Serie A, target kita pun sudah tercapai,” lanjut Lucarelli.

“Cerita yang saya tulis ini akan selalu Anda ingat. Janji yang saya ucapkan tiga tahun lalu telah saya tepati. Tak ada yang membuat saya lebih bangga dengan hasil ini.” tutup Lucarelli.

Keputusan pensiun Lucarelli sejatinya banyak mendapat penentangan, pasalnya fans masih ingin melihat sang pemain berada di atas lapangan agar bisa merasakan bersama atas kerja kerasnya kembali ke kasta tertinggi Liga terbaik Italia tersebut.

Akan tetapi, keputusan Lucarelli sudah bulat dan tidak bisa dibantah, karena dirinya ingin merasakan momen ketika dia bersuka cita dan menangis haru usai meraih kemenangan di atas lapangan pada laga pemungkas musim kemarin.

Terlepas dari penekanan itu, akhirnya semua pihak menghormati keputusan pensiun Lucarelli. Sebagai bentuk penghormatan, Parma memberikan nomor punggung 6 sebagai milik Lucarelli. Lucarelli menjadi sebuah pencatatan sejarah sebagai pemain pertama Parma yang mendapatkan penghargaan tersebut, bisa diartikan bahwa tidak akan ada lagi nomor 6 di jersey Parma.

Lucarelli tak bisa lepas dari sejarah Parma, dia adalah seorang legenda hidup atas jerih payah tim dalam mensukseskan kebesaran dan harga diri Parma sebagai salah satu tim besar Italia. Meski sempat bangkrut dan dinyatakan tidak layak untuk Serie A, kini Parma sangat siap menantang Juventus, Napoli, Inter Milan, dan AC Milan sebagai penantang juara musim ini.