Payet Masih Jadi Andalan Deschamps Di Timnas Prancis

Pelatih Prancis, Didier Deschamps telah membuktikan bahwa diri nya layak menjadi arsitek tim nasional Prancis. Pembuktian itu dia lakukan dalam ajang Euro 2016 kemarin, meski kalah di partai final kontra Portugal. Namun banyak orang atau pun petinggi Prancis masih mempercayakan tangan dingin Deschamps di babak kualifikasi Piala Dunia 2018.

Diketahui bahwasan nya Prancis akan menjalani serangkai ajang internasional di babak kualifikasi Piala Dunia Rusia dan lawan pertama yang akan mereka hadapi adalah Italia. Maka beberapa muka lama seperti pemain yang sudah tampil di Euro kemarin tetap menjadi andalan mantan pelatih Juventus tersebut.

Deschamps pun masih menjadikan Dimitri Payet sebagai pemain adalannya dan dia mengatakan bahwa kondisi Payet sudah bugar sehingga dirinya tak ragu untuk memanggilnya memperkuat Les Bleus melawan Italia di akhir pekan ini.

Payet sendiri merupakan salah satu bintang Prancis pada Euro 2016 usai tampil cemerlang di West Ham musim 2015/16. Namun hingga pekan ketiga Premier League, dirinya baru bermain 24 menit bersama The Hammers.

Pihak West Ham pun menilai Payet belum berada dalam kondisi terbaiknya. Meski begitu, Payet tetap dipanggil Deschamps yang bersikeras Payet telah mengatasi masalah cederanya.

“Masuk di musim baru, Payet memiliki sedikit masalah dan dia terpaksa harus bermain dengan waktu yang pendek. Terlepas dari itu semua, saya yakin bahwa sekarang dia sudah berada dalam kondisi yang baik. Maka saya putuskan untuk memasukan nya ke dalam pertandingan melawan Italia,” ungkap Deschamps jelang pertandingan.

“Saya akan berusaha lebih untuk mengetahui apa penyebabnya dan selama masa itu, saya sudah beberapa kali melakukan kontak dengan tim dia. Seperti yang anda lihat sekarang, antara kami dengan pihak klub baik-baik saja,”

“Payet menjalani musim yang hebat di pentas Euro dan gol-gol nya membuktikan semua keraguan. Dengan penampilan yang super impresif, maka sangat wajar jika dia cenderung menurun. Namun hal ini sangat baik dalam perkembangan mentalitas dia di atas lapangan dan semua pemain pernah mengalami hal itu. Sekarang kita lihat, apa yang akan bisa dia lakukan untuk Prancis.” kata penutup Deschamps.