Prancis Diklaim Gunakan Doping Kontra Jerman Di Euro 2016

Pargelaran Euro 2016 telah resmi ditutup, namun beberapa berita menarik dalam turnamen besar Eropa tersebut masih terus mengalir. Kali ini datang sebuah berita yang menggemparkan dunia sepakbola, kabar itu adalah keterkaitan timnas Prancis terhadap para pemain nya yang mendapatkan tuduhan atas pengggunaan stimulan atau obat-obatan yang bisa menaikkan tingkat reaksi kewaspadaan pada saat melawan Jerman di babak semi final Euro 2016 kemarin.

Dalam pertandingan semi final itu, Prancis berhasil mengatasi permainan dari Mesut Ozil dan kawan-kawan dengan skor 2-0 yang digelar di Stade Veledrome. Kemenangan ini menjadikan sejarah baru bagi mereka dalam mengalahkan Jerman di pentas Internasional sekaligus mengantarkan Antonione Griezmann cs ke partai final berjumpa dengan Portugal.

Namun pada akhir nya mereka harus tertunduk malu di hadapan publik sendiri dengan menerima kekalahan 1-0 atas Portugal di babak tambahan waktu normal. Satu-satu nya gol yang tercipta pada laga tersebut dibuat oleh Eder lewat sepakan keras dari luar kotak penalti yang tidak sanggup di antisipasi oleh sang kapten sekaligus dari penjaga gawang nomor satu Prancis, Hugo Lloris.

Waktu berjalan, para pemain maupun staf dari tim utama Prancis kembali merasakan sesuatu yang mengejutkan. Tidak lain adalah ketika salah satu media ternama Jerman, Bild merilis sebuah gambar yang menunjukkan ada nya tuduhan melalui temuan sebungkus kantung kosong stimulan Guronsan di dalam ruang ganti Prancis.

Meski obat-obatan itu tidak masuk dalam kategori larangan keras dari World Anti Doping Agency (WADA), namun beberapa ahli seperti Fritz Sorgel menjelaskan jika konsumsi stimulan bisa saja berpengaruh pada perkembangan performa pada pemain selama pertandingan berlangsung.

Bukan itu saja, pada dasarnya jenis obat apapun yang menjadi peluang stamina pemain itu bisa meningkat dengan cepat merupakan tindakan yang kurang baik dan itu sangat merugikan kubu lawan.

“Berdasarkan komite tertinggi yang mengurusi ini semua seperti kode anti doping WADA, segala upaya mengambil keuntungan dari kompetitor yang melebihi kemampuan dari kekuatan tubuh dapat dianggap sebagai doping,” ungkap Sorgel kepada wartawan.

“Stimulan Guronsan, Secara pribadi saya itu seperti doping. Performa bisa ditingkatkan dalam olahraga dengan kafein. Itu sudah dibuktikan. Itu juga meningkatkan kemampuan kognitif yang berkaitan dengan kecepatan respons.”

“Saya sangat mendukung semua tindakan kecurangan yang berlangsung dalam setiap pertandingan dan hal ini sangat penting demi meningkatkan kedisiplinan dalam cabang olahraga apa pun termasuk Sepakbola. Jika benar Prancis terbukti, maka ini merupakan momen bersejarah dalam kehancuran sepakbola dunia.” tutupnya.

Selanjutnya, baik dari pihak Prancis maupun Jerman sampai saat ini belum bisa dimintai keterangan dan akan menjadi pembahasan lebih jauh dari pihak yang berkepentingan dalam kasus tersebut.

Besar harapan dari berbagai pihak agar setiap cabang olahraga dan terlebih khusus nya dari dunia sepakbola untuk bisa menjaga nilai-nilai kehormatan yang sudah ada. Mereka jelas mengutuk keras tindakan kecurangan dalam setiap laga yang dimainkan dan hal ini jelas akan merugikan banyak pihak yang berkepentingan di dalam nya.

Selanjutnya Jerman dan Prancis akan mempersiapkan kembali tim terkuat nya dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2018 Rusia. Disini, Jerman masih menjadi juara bertahan di pentas sepakbola terbesar di dunia.