Sudah Nyaman Di Leicester, Claudio Ranieri Enggan Latih Timnas Italia

Pelatih fenomenal Liga Primer Inggris musim ini, Claudio Ranieri menegaskan akan bertahan lebih lama lagi di Leicester City. Pernyataan ini sekaligus menepis kabar bahwa sang pelatih akan bergabung bersama timnas Italia untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan Antonio Conte.

Menurut Ranieri, dirinya masih memiliki tugas panjang untuk bisa memberikan sentuhan baru di Leicester City dan menganggap kota Leicester sebagai rumah kedua dalam hidup nya. Bahkan sempat beredar kabar jika sang pelatih akan menghabiskan masa karir nya di Leicester City.

Benar adanya jika Ranieri merupakan sosok pelatih unggulan untuk menggantikan posisi Conte, ini berawal ketika Conte menolak untuk memperpanjang kontrak nya bersama The Azzurri. Alhasil Federasi Sepakbola Italia langsung bergerak cepat untuk mencari sosok pelatih baru dalam persiapan mereka menghadapi babak kualifikasi Piala Dunia 2018 mendatang.

Kesuksesan Ranieri membawa Leicester City menembus papan atas klasemen Pramier League Inggris musim ini menjadi alasan kuat timnas Italia ingin sekali mendapatkan jasanya dan harapan besar dari petinggi Italia serta publik agar sang pelatih mau kembali ke negeri Pizza tersebut.

Namun sayang, semua itu nampak sirna setelah Ranieri dengan tegas menolak tawaran yang timnas Italia ajukan kepada nya dan sang pelatih hanya ingin berfokus dalam perjalanan karir klub Leicester City menatap zona Eropa musim depan.

“Apa yang sudah saya raih di tim ini telah menghadirkan cerita bersejarah dan saya senang disini. Tidak mungkin saya berpikir untuk pergi ataupun meninggalkan jabatan ini. Saya memiliki pikiran untuk bisa menghabiskan karir saya bersama klub ini,” ungkap Ranieri kepada media Inggris.

“Saya memiliki impian jika klub ini mau memberikan saya kontrak dengan jangka panjang. Enam atau delapan tahun kedepan menurut saya itu sudah cukup untuk mengakhiri karir saya bersama mereka,” kata penutup dari mantan pelatih Chelsea tersebut.

Perjalanan Leicester City bersama Claudio Ranieri di Liga Primer Inggris telah menapaki masa akhir, andai klub tersebut bisa konsisten dalam mempertahankan keunggulan tujuh angka dari Tottenham Hotspur. Bakal dipastikan jika tahun ini menjadi sejarah baru bagi Leicester City dengan berhasil untuk pertama kali nya meraih gelar juara Premier League.