Sungguh Unik, Barkley Gagal Mendarat ke Chelsea Karna Ponsel Conte Mati

Satu kejadian unik baru saja terjadi, siapa sangka hanya gegera ponsel genggam dalam keadaan tidak aktif, proses transfer pemain pun harus gagal. Hal ini baru saja terjadi pada penyerang andalan Everton, Ross Barkley.

Transfer Barkley yang mencapai nilai 35 juta pounds ke Chelsea gagal terjadi karena Antonio Conte mematikan ponselnya di tenggat bursa transfer musim panas 2017 ini. Ungkapan itu pun dibenerkan oleh Joey Barton selaku pengamat sepakbola Inggris.

Everton sendiri dikabarkan sudah siap melepas Barkley, hal ini terlihat ketika sang pemain menjalani tes medis di London. Penawaran yang diberikan The Blues pun sudah disepakati oleh mereka dan pastinya proses akhir tinggal menentukan kapan Barkley akan dirilis bersama Chelsea.

Namun semua harus berakhir sia-sia, pada kenyataannya Barkley masih berseragam Everton dan Barton tetap pada pendiriannya bahwa semua ini terjadi karena sikap Conte.

“Saya tertarik untuk terus mengikuti perjalanan transfer Barkley. Conte mematikan ponselnya dan agen Barkley coba untuk menghubunginya. Disini sang agen hanya ingin bilang ‘Dengar, di mana saya akan bermain’, dan Conte mematikan ponselnya. Itulah mengapa Barkley kemudian merasa ragu dan tidak mengikat kontrak,” ucap Barton kepada media.

“Dia berpikir, ‘Well, jika manajer tidak menjawab panggilan telepon saya dia jelas tidak menginginkan saya’, dan itulah mengapa pada akhirnya Barkley menyadari bahwa Everton adalah tempat yang tepat.” tutupnya.

Gagalnya Chelsea mendapatkan servis Barkley belum diketahui jelas, namun ada kesempatan bagi kedua belah pihak untuk memulai kembali dari awal pada bursa transfer musim dingin di Januari 2018 mendatang.

Ketertarikan Chelsea terhadap Barkley sendiri berdasarkan situasi yang terjadi saat ini, dimana Chelsea masih membutuhkan sosok gelandang tengah untuk menggantikan posisi Nemanja Matic yang pergi ke Manchester United. SOsok Barkley dianggap sangat cocok dalam opsi tersebut karena dia bisa bermain diberbagai posisi dan Conte sangat menyukai karakter pemain seperti itu.