Terbukti Rasis, Inter Milan Kena Sanksi Dari FIGC

Komisi disiplin FIGC Italia akhirnya memutuskan untuk memberikan hukuman kepada kubu Inter Milan setelah terbukti melakukan tindakan rasis kepada pemain lawan. Hal ini baru saja diumumkan oleh pihak FIGC usai melakukan penyelidikan selama lima hari kedepan.

Kasus ini terjadi ketika kelompok pendukung Inter Milan yang barada di tempat duduk Socondo Anello Verde terbukti melakukan tindakan rasis kepada pemain Napoli, Kalidou Koulibaly dalam duel super big match di Giuseppe Meazza akhir pekan kemarin.

Alhasil Inter Milan mendapatkan hukuman dari FIGC berupa denda 15 ribu euro serta melakukan laga kandang tanpa penonton. Banyak yang beranggapan jika hukuman ini sangat tidak setimpal dengan tindakan yang dilakukan oleh pendukung tuan rumah dan publik serta pencinta sepakbola menyesalkan apa yang sudah terjadi disana.

“Tepat berada pada posisi tribun Second Anello Verde yang memiliki kapasitas bangku mencapai enam ribu orang telah terbukti melakukan nyanyian bernada ejekan menghina dan diskriminasi rasial pada pemain Napoli bernomor punggung 26 (Kalidou Koulibaly),” pernyataan resmi dari FIGC dilama resmi mereka.

“Tindakan itu sungguh disesalkan dan Inter Milan wajib membayar nya dengan hukuman denda serta melakukan pertandingan tanpa penonton pada tribun Secondo Anello Verde dalam satu partai ke depan. Hukuman ini berlaku hingga satu musim dan jika terjadi kesalahan yang sama, maka hukuman ini akan dicabut dan digantikan dengan hukuman baru yang lebih dari sebelumnya.” tutup pernyataan resmi FIGC.

Hukuman ini jelas memberatkan kubu Inter Milan yang saat ini sedang mencoba memperbaiki diri dari segi pendapatan serta mentalitas dari pemain. Pasalnya petinggi Inter Milan, Erick Thohir pernah mengungkapkan jika klub nya saat ini perlu mendapatkan dukungan dari pihak luar untuk bisa menambah pemasukan kas dari tim nya.