Terulang Lagi, Prancis Jadi Korban Rasisme di Rusia

Terulang Lagi, Prancis Jadi Korban Rasisme di Rusia

Dunia sepakbola kembali terluka dengan aksi penonton, hal ini bisa dibuktikan ketika menteri Olahraga Prancis Laure Flessel meminta dunia internasional kompak bergerak untuk mencegah aksi rasisme dari fans sepakbola, terlebih khusus pada penikmat sepakbola asal Rusia.

Prancis belum lama ini menjalani laga uji coba internasional melawan tuan rumah Piala Dunia 2018, Rusia. Laga yang digelar di Stadium Krestovsky, Saint-Petersburg berakhir dengan hasil buruk, bukan soal hasil akhirnya, namun terlebih pada kondisi mental dari pemain Prancis.

Meski sukses memenangkan pertandingan dengan skor 3-1, Prancis tak sebenarnya tampil menawan. Adapun tiga gol tersebut dicetak oleh dua gol Kylian Mbappe dan Paul Pogba. Dan semakin menarik untuk dibedah ketika momen rasis dari fans tuan rumah terjadi.

Ketika pertandingan berlangsung, fans Rusia terdengar menirukan suara-suara monyet. Kemudian, Pogba dan Ousmane Dembele juga menjadi sasaran ejekan oleh fans tersebut. Masalah rasisme ini memang menjadi perhatian oleh sejumlah negara karena Rusia akan jadi tuan rumah Piala Dunia 2018 mendatang.

Dan semakin panas karena fans Rusia terkenal dengan aksi rasis diatas lapangan hijau. Menanggapi situasi yang sudah terjadi, Laure angkat bicara. Melalui akun Twitternya dia meminta semua pihak untuk sama-sama bergerak mencegah aksi serupa terulang di masa depan, terlebih khusus ketika pertandingan Piala Dunia Rusia 2018 digelar.

Twitter Timnas Prancis

“Rasisme tidak memiliki tempat diatas lapangan hijau, kita harus bertindak bersama di tingkat Eropa dan internasional untuk mengakhiri perilaku yang buruk ini.” tutupnya.

Prancis sendiri tergabung di Grup C bersama dengan Australia, Peru dan Denmark. Dipertandingan perdana, Prancis akan bentrok dengan Australia pada tanggal 16 Juni 2018 pada pukul 17:00 WIB.

Baca JugaKesal Penaltinya Gagal, Pemain Ini Tampar Wajah Lawan